Teks Drama Bagian 10

Penyesalan

Durasi : 1 Jam 45 Menit
Pengarang : Amanda Yulistiara Adhanty
Tema : Persahabatan, Sekolah, Kehidupan, Keluarga
Aliran : Pergaulan, Ironis, Violansi
Jumlah Karakter : 9 orang (Hanifa, Fita, Reza, Sisil, Indra, Guru, Dokter, Ibu, Bapak)




Pada suatu hari ada 3 orang sahabat yang terdiri dari hanifa, fita, reza. Mereka adalah murid kelas 2 sma. Mereka adalah murid teladan sekaligus pintar di sekolah, hanifa adalah murid yang pintar dengan matematika, fita adalah murid yang pintar dengan bahasa inggris dan reza adalah murid yang pintar pengetahuan alam.

Pada suatu hari ketika mereka sedang belajar di sekolah sebelum bel masuk berbunyi, mereka saling berdiskusi tentang mata pelajaran yang akan di sampaikan.

Reza: hanifa ajarin aku dong yang ini soalnya aku belum mengerti niii
Fita: iah hanifa sekalian ajarin aku ya
Hanifa: oke sobat, ini mah gampang banget, pake cara ini aja.

Tiba-tiba bel pun berbunyi dan para murid pun segera masuk ke dalam kelas dan mulai belajar.

Reza: beri salam
Murid: assalamualaikum warohmatullahi wabarakhatuh
Guru: waalaikumsalam warohmatullahi wabarakhatuh, anak-anak bagaimana pr yang ibu kasih Kemaren, apakah sudah selesai? Apa ada yang sulit?
Murid: susaaaah banget pa
Guru: siapa yang sudah mengerti? apa ada yang mau menjelaskan ke depan?
Fita: haniffff....
Hanifa: sssstt, jangan fita
Guru: ya hanifa coba kamu maju ke depan untuk menjelaskan soal-soal ini
Hanifa: ah kamu sii fit, emmm iah pak
Fita: hehe peace nif, ayoo nifa kamu pasti bisa
Reza: yoi so pasti nifa bisa
Hanifa: ( menjelaskan soal-soal yang di berikan guru kepada teman-temannya)

Ketika hanifa selesai menjelaskan

Guru: bagus hanifa, kamu memang murid bapak yang pintar dan tentunya cantik
Hanifa: makasih pak
Guru: bagaimana anak-anak? Apakah sudah mengerti?
Murid: sudah pak

Bel isirahat pun berbunyi dan anak-anak pun segera beristirahat

Guru: anak-anak sampai di sini dulu materi kita hari ini karena waktu sudah habis. Jangan lupa Belajar di rumah. Wassalamualaikum warohmatullahi wabarakhatuh
Murid: waalaikumsalam warohmatullahi wabarakhatuh
Hanifa: fit abis ini kan pelajaran bahasa inggris, ajarin aku dong
Fita: oh, yaudah nif, mau di ajarin yang mana?
Reza: lagi pada ngapain sii, aku ikutan dong
Hanifa: iniloh, aku lagi mau diskusi bahasa inggris sama fita, kamu mau ikut za?
Reza: boleh tuh
Hanifa: fit kalau yang ini gimana sii?
Fita: ya itu Cuma kaya gini nif.
Reza: oooh begitu, kemaren aku bingung banget yang itu, makasi ya fita sobatku
Fita: apa siii yang engga buat para sobatku ini hehe

Tiba-tiba Indra yang merupakan teman sekelas mereka datang menghampiri mereka

Indra: hey guys lagi pada ngapain nii? Kayanya asiik banget sii
Reza: ia dong, kita lagi diskusi pr bahasa inggris nii.
Indra: ooh asik tuh, tapi guys gue mau pinjem hanifa bentar ga apa-apa kan?
Reza: mau ngapain dra?
Indra: ada dehh, mau tau ajah. Hanifa keluar sebentar deh soalnya aku mau ngomong
Hanifa: iah dra

Ketika di depan kelas

Hanifa: kenapa dra kamu nyuruh aku keluar?
Indra: gini nif aku mau ngajak kamu ke rumah aku.
Hanifa: hah mau ngapain dra?
Indra: ehh jangan salah sangka dulu nif, gue cuma mau minta lw untuk ngajarin gue matematika.
Hanifa: oooh yaudah, maunya kapan dra?
Indra: siang ini setelah pulang sekolah ya nif?
Hanifa: eeemmmmmm gimana ya?
Indra: ayolah nif, plisssssssseeeeeeeee
Hanifa: yaudah deh iah

Ketika pulang sekolah hanifa dengan indra langsung menuju rumah indra

Hanifa: langsung belajar aja ya ndra soalnya aku ga boleh pulang sore banget
Indra: oke nif kita mulai aja, ajarin gue yang ini dong
Hanifa: ini mah cuma begini aja ndra

Kemudian sisil kekasih indra memergoki indra yang sedang berduaan di dalam rumah indra. Sisil salah sangka terhadap mereka berdua. Akhirnya sisil memutuskan untuk pulang dari rumah indra dan berniat membalas dendam dan memberi pelajaran pada hanifa.

Sisil: kurang ajar, siapa cewe itu coba? So cantik banget sii dia. Cantikan juga gue. Mau nyoba-nyoba ngerebut indra dari gue? Hmmmm gue rasa dia bukan lawan sebanding dengan gue. Liat aja pembalasan gue. Gue belom puas kalau lw belom ngerasain apa yang gue rasain.

Ketika mereka sudah selesai belajar bersama, indra pun mengantar hanifa pulang ke rumahnya. Ketika sampai di rumah hanifa indra pun segera pulang tanpa mampir karena hari sudah mulai sore.

Indra: gue langsung balik ya nif coz udah sore nii, thanks ya
Hanifa: oke ndra sama-sama

Ketika hanifa masuk pintu gerbang rumahnya, ibu hanifa sedang memegang sapu di depan rumah. Hanifa pun segera memberi salam kepada ibunya. Ibunya langsung memarahi hanifa

Hanifa: assalamualaikum warohmatullahi wabarakhatuh
Ibu: (sambil memegang sapu dengan wajah yang sangat marah) apa-apaan kamu pulang jam segini? Merasa tuan rumah kamu? Kerjaan kamu tuh cuma nyusain aja tau ga.
Hanifa: maaf bu tadi hanifa pulang terlambat gara-gara ada teman hanifa yang minta di ajarkan Matematika bu, maafin hanifa bu, maafin hanifa(sambil menangis)
Ibu: ga usah nangis, air mata kamu ga berguna. Alaaaaaah alasan aja kamu
Hanifa: bener bu hanifa ga bohong. (sambil menangis)
Ibu: (memukuli hanifa memakai sapu hingga sapu itu patah) kamu itu anak ga tau diri, sejak kapan Ibu mengajarkan kamu berbohong. Kamu tadi pulang sama cowok itu yang di anggap belajar?
Hanifa: ia bu tadi hanifa mengajari dia matematika ketika pulang sekolah. Bener bu hanifa ga bohong
Ibu: alaaaaah mau jadi apa kamu kalau kamu bohong terus. Sudah sana ibu ga mau denger ocehan Kamu, cepet cuci pring, nyapu, ngepel ama nyetrika. Ibu ga mau tahu pokoknya itu semua harus Selesai sebelum bapak kamu pulang. Mengerti?
Hanifa: meeeennggeertiii bu

Hanifa pun menahan rasa nyeri di tubuhnya karena di pukuli ibunya memakai sapu sampai badannya memar-memar dan ia sangat kesakitan saat ia harus bekerja keras untuk menyelesaikan tugas yang di berikan ibunya itu. Ia pun berdoa sambil mengeluarkan air mata

Hanifa: YA ALLAH kuatkanlah hamba, hamba hanyalah hambaMu yang lemah, bantulah hamba Ya ALLAH dalam mengerjakan semua ini

Keesokan harinya saat di sekolah

Fita: morniiing guys.
Hanifa dan reza: morning fita
Fita : nif kamu kenapa?
Hanifa: ga kenapa-napa aku baik-baik aja kok guys
Reza: aaahh bohong nii hanifa, orang muka kamu pucet kaya gitu juga
Fita: (memegang pundaknya hanifa) kenapa sii nif jujur aja sama kita, ya ngga za?
Reza: ia nif kenapa harus di tutupin sii
Hanifa: awwwww,
Fita: kenapa nif? Pundak kamu sakit? Coba aku liat
Hanifa: ehh jangan, aku ga papa kok Cuma pegel-pegel aja nii
Reza: ooh baguslah kalau Cuma pegel-pegel aja, kirain aku kenapa
Ketika bel istirahat
Reza: eeh udah bel tu, kantin nyok
Fita: ayo coz aku udah laper nii
Hanifa: ok lets go friends

Saat mereka berpencar dan hanifa sendiri sedang membeli makanan tiba-tiba sisil menghampiri hanifa

Sisil: eehh ada cewek gatel di sini
hanifaa tak menghiraukan omongan sisil
Sisil: ooooh jadi lw yang mo ngerebut cowok gue?
Hanifa: apaan sii? Aku ga ngerti?
Sisil: alaaaah jangan belaga bego lw. Dasar cewek gatel(menampar hanifa)
Hanifa: aku semakin ga ngerti? Maksud kamu tuh apa sii? Kenapa kamu nampar aku?
Sisil: karena lw udah mau ngerebut cowok gue yang namanya indra, gue ga terima dengan sikap lw Ke dia. Liat aja gue akan buat perhitungan sama lw and gue bakalan ngasi pelajaran sama lw
Hanifa: aku ga ngerebut cowok kamu sil, kemaren aku tuh........
Sisil: alaaaaah banyak bacot lw. Udah ga usah banyak alesan gue udah tau ( langsung pergi)

Fita dan reza datang menghampiri hanifa

Fita: ada apa nif kok tadi ada ribut-ribut si?
Hanifa: ia tadi aku di gampar sisil karena di tuduh mau ngerebut cowoknya
Reza:iiiiiiiiiiiiiihhhhhhhh lebay bin alay banget sii tuh orang
Fita: emang kamu ga jelasin yang sebenernya apa nif?
Hanifa: aku udah mau jelasin tapi dia udah nyerocos duluan
Reza: udalah nif sabar aja ga usah di tanggepin cewek gila kayak gitu
Fita: ke kelas yok
Hanifa dan reza: yaudah ayo

Di dalam kelas di papan tulis kelas hanifa ada tulisan “hanifa adalah cewek murahan perebut cowok orang”

Ketika hanifa, fita dan reza sampai di kelas

Reza: apa-apaan sii nii
Fita: siapa yang berani nulis kaya gini di sini, ayo ngaku
Hanifa: astagfirullah apa lagi ini,
Reza: ini pasti kerjaan sii nenek lampir itu deh. Dasar cewek alay
Hanifa: udah-udah guys sabar aja
Fita: ga bisa begitu nif, kamu mau harga diri kamu di injek-injek sama orang apa?
Hanifa: kalau kita pakai kekerasan malah akan tambah parah guys
Ketika di dalam kelas
Hanifa: indra sisil tadi pagi gampar aku karena dia cemburu sama aku coz kamu kemaren belajar Bareng sama aku and dia ngancem bakal buat perhitungan sama aku, gimana nii ndra? Sebaiknya kamu jelasin aja deh yang sebenernya
Indra: ngapain sii, udahlah biarin aja nif ga usah di tanggepin cewek gue emang kayak begitu
Hanifa: ia tapi kan gimana kalau dia berbuat yang lebih gila dari ini coba?
Indra: udahlah nif ga usah di perpanjang sii, nyantai aja napa

Ketika olahraga hanifa yang bersifat sedikit tomboy memimpin permainan sepak bola, karena hanifa adalah salah satu pemain sepak bola perempuan yang paling mahir dalam bermain. Ketika itu permaina mulai berlangsung sportif dan tiba-tiba dan tanpa di sangka hanifa pun pingsan dan langsung terjatuh.

Fita: nif kamu kenapa? Bangun nif....
Reza: fit mendingan kita bawa ke ruang uks aja deh
Fita: oooh yaudah za ayo

Ketika di uks

Fita: nif bangun, ayo bangun. Kamu kenapa sii
Reza: ia nif ayo bangun
Hanifa: guys
Fita dan reza: iah niff akhirnya kamu sadar juga
Fita: udah baikan nif?
Reza: kenapa bisa pingsan sii?
Hanifa: aku ga papa palingan tadi aku kecapean aja kali guys
Guru: hanifa sebaiknya kamu pulang saja dan beristirahat di rumah
Hanifa: baik bu

Akhirnya hanifa pun pulang sendiri tanpa di temani temannya karena hanifa tidak mau merepotkan temannya. Dan ia pun segera pulang. Di jalan hanifa merasa badannya semakin tidak enak dan ia memutuskan untuk pergi ke dokter. Ketika ia sampai di dokter dan di periksa oleh dokter.

Dokter: hanifa penyakit kamu ini sepertinya sangat serius karena saya menemukan kejanggalan pada Organ-organ di dalam tubuh kamu. Ini harus di ronsen
Hanifa: apakah separah itu dok penyakit saya? Sampai harus di ronsen
Dokter: mana orang tua kamu nif?
Hanifa: menjelaskan semua keadaan keluarganya
Dokter: saya mengerti nif, tapi ini akan lebih baik jika mereka tahu
Hanifa: memang sebenarnya saya sakit apa sii dok?
Dokter: sebelum saya bri tahu, apakah kamu pernah di operasi sebelumnya?
Hanifa: pernah dok, waktu 2 tahun yang lalu lambung saya bocor dan harus di operasi
Dokter: hmmmmm dugaan saya ternyata benar, hanifa apapun yang saya katakan jangan sampai Membuat kamu patah semangat ya
Hanifa: ia dok
Dokter: karena lambung kamu sudah rusak maka organ kamu yang lain akan rusak kalu kamu tidak Bisa menjaganya, kamu mengidap penyakit tbc, infeksi usus, batu ginjal, asma dan....
Hanifa: dan apa dok?
Dokter: dan kanker otak stadium 2
Hanifa: apa dok? Engga engga mungkin saya kaya gini. Dokter pasti salah
Dokter: yang sabar ya hanifa yang penting kamu jangan lupa berobat rutin ya

Hanifa pun tambah prustasi dengan semua yang di alaminya. Akhirnya ia pun pulang ke rumah dan ibunya kembali memarahi hanifa karena mengapa hanifa pulang di saat masih pelajaran sekolah, hanifa sudah menjelaskan kepada ibunya tetapi ibunya tidak mempercayai hanifa dan malah menyuruh hanifa untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah sampai selesai, padahal dalam kondisi hanifa yang seperti itu ia tidak dapat beraktivitas terlalu banyak.

Hanifa: assalamualaikum warohmatullahi wabarakhatuh
Ibu: apa-apaan kamu pulang jam segini?
Hanifa: hanifa sakit bu, jadi hanifa tidak bisa melanjutka sekolah hari ini
Ibu: alaaaaaaahh kamu ini alasan saja, bilang saja kalau kamu mau malas-malasan di rumah
Hanifa: bener bu hanifa ga bohong
Ibu: pekerjaan rumah masih numpuk tuh, kerjakan semua kalau tidak kamu sudah tau resikonya.

Setelah semua pekerjaan di kerjakan hanifa walaupun harus menahan rasa sakit karena di pukuli memakai sapu oleh ibunya kemarin dan menahan semua rasa yang di sebabkan karena penyakitnya itu ia membicarakan tentang penyakit yang di deritanya kepada ibunya, dan ibunya hanya menganggap kalau hanifa itu terlalu manja dan menyepelekannya dan menyuruhnya untuk memberitahu kepada bapaknya.

Hanifa: ibu hanifa tadi ke dokter dan hanifa di fonis sakit infeksi usus, asma(karena keturunan), tbc, Batu ginjal dan hanifa di fonis kanker otak stadium 2(sambil menangis)
Ibu: kamu ini manja banget jadi anak siii. Udah ibu ga peduli deh kamu mau ngomong apa, bilang Saja ke bapakmu setelah nanti dia pulang karena ibu masih ada tugas penting yang lebih Penting dari kamu
Hanifa:( menangis) kenapa sii ibu ga peduli sama aku, aku salah apa sama ibu sampe ibu kaya giniin Aku. Ya ALLAH kuatkanlah hamba dalam menerima cobaan ini

Ketika bapaknya pulang hanifa pun menceritakan tentang penyakit yang di deritanya. Tetapi bapaknya juga menganggap sepele dan bapaknya akan memeriksakan hanifa lagi tahun depan karena akhir-akhir ini bapaknya sangat sibuk dengan pekerjaanya.

Hanifa: bapak hanifa ingin ngomong
Bapak: ngomong apa, bapak sangat cape hari ini
Hanifa: bapak hanifa tadi ke dokter dan hanifa di fonis sakit infeksi usus, asma(karena keturunan), tbc, Batu ginjal dan hanifa di fonis kanker otak stadium 2(sambil menangis)
Bapak: kamu becanda ah
Hanifa: hanifa bener pak
Bapak: ya sudah bapak akan periksakan kamu nanti kalau ada waktu karena bapak sangat sibuk
Hanifa: tapi pak kata dokter penyakit ini serius dan harus segera di tangani
Bapak: iah, tau apa kamu tentang dokter, kamu pikir bapak bodoh apa?
Hanifa: menunduk, maafkan hanifa pak
Bapak: kamu ini semakin besar bukannya hormat pada orang tua malah semakin tidak sopan.
Hanifa: (diam dam menangis)

Hanifa pun sangat sedih melihat orang tuanya seperti itu. Ia pun mencoba untuk tegar dan mencoba untuk melawan penyakit itu.
Keesokan harinya sahabatnya bertanya kepada hanifa bagaimana keadaan hanifa, dan ia menjawab sangat baik karena ia tidak mau membuat sahabatnya sedih karena mengetahui apa yang terjadi.

Fita: kamu kenapa sii nif? Gimana kabar kamu?
Reza: iah nif kita khawatir banget dengan keadaan kamu
Hanifa: udah kalian tenang saja, aku ga papa kok
Reza: kamu yakin nif?
Hanifa: iah aku yakin za (berusaha menutupi apa yang terjadi)

Tiba-tiba Ketika di sekolah ia sering batuk-batuk dan sering pusing sampai mukanya sangat pucat. Sahabatnya bertanya ada apa sebenarnya tetapi ia hanya menjawab sambil batuk-batuk bahwa ia baik-baik saja.

Fita: nif kamu beneran ga papa?
Reza: muka kamu pucet banget nif, sebenernya ada apa si?
Hanifa: (batuk-batuk) engga aku ga papa, udah kalian tenang aja ya

Ketika pulang sekolah, karena sahabatnya sangat khawtir dengan keadaan hanifa maka mereka mengikuti hanifa setelah pulang sekolah. Ternyata ia menuju rumah sakit.

Fita: za kok si hanifa ke rumah sakit si?
Reza: iah kok dia malah ke sini si? Mau ngapain coba?
Fita: yaudah ikutin aja deh and kita harus cari tau apa yang sebenarnya terjadi pada sobat kita
Reza: okeh, cepetan yu jalannya, kayanya dia udah masuk ruang dokter deh
Fita: yaudah kita intip yu sama dengerin percakapan mereka
Reza: ide yang bagus tuh fit

Setelah hanifa masuk ke ruangan dokter ia pun menangis dan menceritakan apa yang terjadi kepada dokter itu dan sahabatnya mendengar percakapan mereka. Sahabatnya pun sangat sedih dan meneteskan air mata mendengar hal itu. DSMLMD BLOG

Fita: aku ga nyangka kalau hanifa pengidap penyakit yang sangat parah dan serius kaya gitu. Mana Orang tuanya ga peduli sama dia. Kasian banget sii dia
Reza: aduuuuh aku kasian banget sama hanifa, aku ga tega ngeliat dia kaya gini
Fita: trus kita harus gimana za bwat bantuin nifa?
Reza: nah itu dia yang aku pikirin dari tadi fit
Fita: yaudah mendingan kita canut cepet-cepet dari sini coz ntar ketawan hanifa lagi
Reza: yaudah ayo fit

Keesokan harinya sahabatnya sangat perhatian kepada hanifa dan hanifa pun merasa aneh kepada mereka karena tidak biasanya mereka seperti itu.

Hanifa: morning guys
Fita dan reza: morning juga (sedih)
Hanifa: kenapa sii kalaian? Tumben pada ga ceria kaya biasanya?

Ketika di kelas sisil pun menghampiri hanifa dan memberi tamparan untuk yang kedua kalinya dengan alasan ia kesal dengan hanifa yang sudah merebut pacarnya dan hanifa adalah murid yang paling terkenal di sekolah karena kecerdasanya. Sisil tidak terima semua itu karena tahun lalu ia yang menjadi murid yang paling cerdas di sekolah tetapi semenjak ia bergaul ke pergaulan yang salah maka prestasi sisil pun menurun drastis.

Hanifa: kenapa sii sil kamu gampar aku lagi? Emang aku salah apalagi sama kamu?
Sisil: itu gamparan yang pertama karena lw udah berusaha mau ngerebut cowok gue, dan yang ke Dua karena lw udah jadi saingan baru gue. Asal lw tau ye tahun kemaren itu gue yang jadi murid Teladan. Tapi tahun ini gara-gara lw prestasi gue turun drastis. Lw pasti curang kan, ngaku aja
Hanifa: masyaAllah sil, aku ga seperti yang kamu pikir. Aku juga ga punya niat untuk jadi saingan Kamu sil. (menangis)
Sisil: alaaaah jangan so suci deh lw, tampang lw doang yang alim tapi isi hati lw tuh busuk
Hanifa: (menunduk)

Tiba-tiba indra datang

Indra: hey apa-apaan sii ni. Sisil kamu ngapain gampar hanifa? (menarik sisil keluar kelas)
Sisil: iiiiiih kamu apa-apaan si narik-narik aku, sakit tau.
Indra: kamu tuh jadi cewek pake etika dong, kamu nyadar ga sii kalau kamu sudah menyakiti hati Orang lain. Kasian hanifa, dia ga tau apa-apa.
Sisil: lw kan pacar gue, seharusnya lw belain gue dong
Indra: gue ga akan belain cewek kayak lw, karena udah jelas-jelas lw tuh salah
Sisil: gue ga salah, hanifa yang salah
Indra: lw tuh emang egois banget ya sil, udah deh gue cape sama lw, mendingan sekarang kita putus Putus aja deh. Cape gue pacaran sama cewek gila kayak lw
Sisil: apaaaaa? So ganteng banget si lw jadi orang. Oke gue terima, gue ga akan nyesel Cuma gara-Gara putus sama lw. Inget itu

Hanifa pun merasa sangat sedih karena gara-gara dia semua ini terjadi. Ia pun mulai patah semangat untuk menjalani hidup karena dimana pun ia berada ia selalu tertekan dengan penyakitnya dan masalah-masalah yang terus datang tanpa henti.

Hanifa: kenapa sii aku selalu bikin masalah? Kenapa si ini semua harus terjadi sama aku? Astagfirullah kenapa ya Allah? Kenapa ya Allah ini semua harus terjadi sama aku?

Malam hari saat hanifa sedang belajar ia mengirim pesan singkat kepada para sahabatnya. Isi pesan itu adalah hanifa ingin meminta maaf kepada sahabatnya karena ia sudah mempermalukan sahabatnya karena ulah dia, ia juga memberi tahu kepada temannya apa yang terjadi dengan dia tentang penyakit dan keluarganya. Hanifa juga menuliskan keputus asaan ia sampai ia berencana untuk kabur dari rumah dan segera mengakhiri hidupnya. Teman-temannya pun terkejut mendengar ucapan hanifa dan segera menuju ke rumah hanifa karena panik

Fita sms reza: za kamu dapet sms dari hanifa ga?
Reza membalas: iah, kita ke rumahnya yuks coz aku khawatir banget sama hanifa
Fita membalas: okeh aku tunggu di depan gang hanifa ya

Akhirnya mereka sampai di rumah hanifa, fita dan reza langsung masuk ke dalam rumah hanifa dan masuk ke kamar hanifa untuk melihat keadaan hanifa dan hanifa di dapati sedang melamun dan memegang cutter

Fita: niffffff jangan, mau ngapain kamu megang-megang cutter
Hanifa: ahh engga apaan sii kamu, salah liat kali(menghapus air mata)
Fita: nif kita sayang sama kamu, kamu jangan ngelakuin hal yang aneh-aneh ya.
Reza: ia nif kita bener-bener khawatir sama keadaan kamu
Fita: sebenernya kita udah tau kalu kamu sakit coz kita ngikutin kamu pas ke rumah sakit
Reza: makanya kita jadi khawatir banget sama kamu nif
Hanifa: makasih ya sobat, kalian emang my best friend.
Fita: kita akan selalu ada untuk kamu nif and untuk ngebantu semua masalah kamu, jadi kamu tenang aja ya
Reza: betul betul betul. Kita kan slalu ada untuk kamu

Seminggu kemudian di saat sedang berolahraga, ketika hanifa sedang bermain bola sepak, ia pun terbentur bola sepak di bagian kepala. Hanifa pun langsung pingsan dan teman-temannya sangat panik melihat hanifa pingsan. Ketika di bawa ke ruang uks hanifa pun sadar dan ia mengalami sesak nafas atau yang di sebut asma dan ia mengeluh kepalanya sangat sakit dan perutnya seperti tercabik-cabik. Keluhan itu membuat para sahabatnya semakin panik bahkan menangis. Para guru pun mulai beratangan untuk melihat kondisi hanifa. Tetapi kondisi hanifa semakin parah dan tak terkendali bahkan sampai mengeluarkan darah di hidungnya

Fita: reza bantuin aku cepet bawa hanifa ke uks
Reza: iah fit ayo cepet

Ketika di bawa ke ruang uks hanifa pun sadar dan ia mengalami sesak nafas atau yang di sebut asma dan ia mengeluh kepalanya sangat sakit dan perutnya seperti tercabik-cabik dan badannya sangat kaku. Keluhan itu membuat para sahabatnya semakin panik bahkan menangis. Para guru pun mulai beratangan untuk melihat kondisi hanifa. Tetapi kondisi hanifa semakin parah dan tak terkendali bahkan sampai mengeluarkan darah di hidungnya.

Guru: ada apa ini?
Fita dan reza: hanifa b Hanifa sangat ketakutan kalau ibunya datang ke sekolah pasti ia akan dimarahi akhirnya ia meminta agar para sahabatnya yang mengantar ia pulang.
Guru: yaampun, mendingan kamu telepon orang tuanya dan suruh datang ke sekolah untuk Menjemput anaknya dan segera membawa ke rumah sakit karena keadaan hanifa sudah Sangat parah.
Hanifa: engga bu saya minta di antarkan sama reza dan fita saja karena orang tua saya tidak akan Datang karena mereka sangat sibuk
Guru: baiklah kalau itu mau kamu, reza fita segera antarkan hanifa pulang
Reza dan fita: baiklah

Setelah sampai di rumah hanifa langsung masuk di rumah dan langsung ke kamar dan menyuruh sahabatnya untuk kembali ke sekolah karena satu jam lagi mereka harus ulangan. Setelah sahabatnya pulang, ibunya memarahi hanifa karena hanifa hanya merepotkan orang di sekitarnya dan hanifa pun kembali di pukul memakai sapu hingga patah.

Hanifa: guys makasih ya kalian udah mau nganterin aku pulang
Fita dan reza: ia hanifa sama-sama
Hanifa: sebaiknyaa kalian kembali ke sekolah kan kalian nanti ada ulangan, good luck ya kawan
Fita: tapi aku mau di sini nemenin kamu nif, aku ga tega ninggalin kamu sendirian
Reza: iah nif kita masih ingin di sini nemenin kamu.
Hanifa: aku udah mendingan kok guys kan di sini ada ibu aku, jadi kalau aku kenapa-kenapa kan ada Ibu aku, jadi kalian tenang aja ya
Fita: yaudah deh nif kita balik ke sekolah dulu iah, nanti kalau sudah pulang kita ke sini kok, ya Ngga za?
Reza: ia nif nanti setelah pulang sekolah kita pasti jenguk kamu. Bbbyyyeeee

Setelah sahabatnya pulang, ibunya memarahi hanifa karena hanifa hanya merepotkan orang di sekitarnya dan hanifa pun kembali di pukul memakai sapu hingga patah. Lalu ibunya menyuruh hanifa untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan dia di marahi karena pekerjaannya tidak bagus.

Ibu: hanifaaaaaa sini kamu
Hanifa: ia bu ada apa? (sambil tertatih)
Ibu: kamu itu kerjaanya cuma ngerepotin orang doang tau ga. Yang alasan sakit inilah, sakit itulah Mau kamu itu apa si jadi anak. Nyusain banget( memekuli pakai kemoceng )
Hanifa: ampun bu, ampun. sakit bu, sakit maafin hanifa bu karena hanifa sudah bikin susah ibu
Ibu: ga usah minta maaf ibu ga perlu maaf kamu tau ga, udah sana selesain semua pekerjaan rumah
Hanifa: ia bu

Sewaktu mencuci baju, hanifa sangat pucat karena dalam keadaan kondisi tak berdaya ia harus bekerja keras agar tugas rumahnya selesai. Ia pun mulai batuk-batuk di sertai darah karena tbcnya sudah akut. Tubuhnya sedikit menguning karena penyakit liver yang di deritanya. Kepalanya sangat pusing karena kanker otak stadium 2 yang di idapnya. Perutnya sangat mual karena lambung hanifa sudah bocor. Kandung kemihnya sangat sakit karena ia menderita batu ginjal. Ususnya merasa terlilit karena infeksi. Di tambah pukulan dari ibunya yang masih terasa di badannya. Ia berusaha untuk berjuang menyelesaikan semua pekerjaannya dan ia pun langsung ke kamar dan segera beristirahat.

Ketika bapaknya pulang, karena hanifa anak kesayangan bapaknya tetapi bapaknya karena di sibukan oleh pekerjaannya akhir-akhir ini jadi ia tidak ada waktu untuk mengurus anaknya, ketika itu hanifa membuatkan kopi untuk bapaknya dan melihat bapaknya sangat lelah maka ia tidak berani bilang kepada bapaknya apa yang terjadi hari itu.

Hanifa: pak ni hanifa buatkan kopi untuk bapak
Bapak: ya taro aja di sana, bapak mau mandi dulu

Keesokan harinya saat di sekolah ia sangat terlihat kalau ia sedang sakit walaupun hanifa biasa menutupi penyakitnya tetapi pada ahri itu hanifa tidak bisa menutupinya

Hanifa: (batuk-batuk dan menutup batuknya memakai sapu tangan)
Fita: nif tumben kamu bawa sapu tangan?
Hanifa: ia nih lagi pingin aja
Fita: (berbisik kepada reza) za kamu merasa aneh ga sama hanifa, soalnya tumben banget dia bawa Sapu tangan
Reza: yaudah fit kita ga usah berpikir buruk dulu, mungkin aja bener apa yang di katakan hanifa
Hanifa: (batuk dengan di sertai darah)
Fita: nif kamu kenapa? Kok ada darah di sapu tangan kamu
Hanifa: iah ni guys kayanya tbc aku udah kronis banget, paru-paru aku sakit banget ni guys, aku ga Kuat kalu kayak gini terus
Reza: sebaiknya kita ke uks aja nif, soalnya biar kamu bisa istirahat biar penyakit kamu tidak tambah Parah seperti itu
Hanifa: engga guys aku lebih baik di sini karena kalau aku ke uks aku malah sedih
Fita: sedih kenapa nif?
Hanifa: karena hari ini diadakan rapat orang tua dan semua orang tua kalian pasti datang, sedangkan Orang tuaku? Mereka hanya mementingkan urusan mereka masing-masing. (berlinang)
Fita: tenang aja nif kan di sini masih ada kita, kita bisa merasakan apa yang kamu rasain nif

Hanifa hanya bisa menagis melihat perilaku orang tuanya kepadanya. Kesedihan hanifa sangat membuat sahabatnya sangat terpukul dengan masalah ini. Setiap hari hanifa selalu pingsan di kelas dan ia sering memukuli apapun untuk menyiksa dirinya sampai tangannya sangat kebal dan mati rasa.

Fita: nif ngapain kamu nonjok tembok sampe tangan kamu memar-memar gini?
Hanifa: aku prustasi fit, aku ga sanggup nanggung semua ini, plise biarin aku ngelakuin ini
Reza: jangan nif kalau kamu ngelakuin hal ini kamu hanya akan menyakiti diri kamu
Fita: nifa kita sayang sama kamu, kita ga mau ngeliat kamu kaya gini (memeluk dan menangis)

Waktu di kompres di ruang uks karena badan hanifa sangat panas sehabis pingsan ia meminta air mendidih tanpa di kasih air dingin untuk mengkompresnya karena kulitnya sudah mati rasa.

Hanifa: fit ini bener air panas yang baru mendidih?
Fita: ia nif emang kenapa?
Hanifa: ini kurang panas dan ga berasa apa-apa
Fita: nif sebenernya kamu tuh kenapa si? Ko sampe parah kayak gini(menangis)
Hanifa: fita kamu jangan menagis, kalu kamu menangis aku jadi sedih

Melihat keadaan hanifa yang semakin parah teman-temannya sangat sedih dan tidak tahu harus berbuat apa. Ketika guru-guru sudah mulai khawatir dengan hanifa ia pun menyuruh hanifa untuk pulang dan sahabatnya memohon kepada guru itu agar hanifa tidak boleh pulang. Dan guru itu menanyakan kenapa dan sahabatnya pun membuat perjanjian dengan gurunya agar ia tidak memberi tahu kepada siapa pun apabila ia di certakan yang sebenarnya. Akhirnya guru itu pun mengerti kenapa hanifa seperti itu.

Guru: fita, reza sebaiknya kita bawa hanifa ke klinik dekat sekolah saja
Fita dan reza: baik bu

Ketika ia di klinik dokter pun menggelengkan kepala karena hanifa sudah mengalami komplikasi pada usia dini dan dokter bertanya kenapa hanya di diam kan saja. Akhirnya guru pun mendengar hal itu ia harus membicarakan hal ini kepada ibunya hanifa. Setelah dari klinik ia mereka segera mengantarkan hanifa dan guru itu membicarakan kepada ibunya hanifa dan ia hanya menjawab bahwa keluarganya dapat mengatasinya tanpa harus ada orang yang ikut campur dalam urusan keluarganya

Dokter: (memeriksa keadaan hanifa)
Guru: bagaimana dok?
Dokter: (menggelengkan kepala) kenapa di diamkan saja penyakit serius seperti ini?
Guru: (menjelaskan)
Dokter: (memberi resep)
Guru: fita reza antarkan ibu ke rumah hanifa sekarang
Fita dan reza: baik bu

Ketika di rumah hanifa

Guru: assalamualaikum
Ibu: waalaikumsalam
Ibu: ada apa bu ke sini?
Guru: mau mengantarkan hanifa pulang
Ibu: kenapa lagi dia?
Guru: (menjelaskan dan menasehati ibunya atas perilakunya)
Ibu: sebaiknya kalian keluar dari rumah ini, kalian tidak sepantasnya mencampuri urusan keluarga Kami.
Guru: baik kalau begitu saya mohon pamit

Sahabatnya pun hanya bisa merenung karena mereka sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi itu semua. Stelah sahabatnya tiba di sekolah indra menanyakan bagaimana keadaan hanifa tetapi karena sahabatnya tidak mau memberi tahu tentang keadaan hanifa yang sebenarnya maka mereka hanya bilang kalau hanifa baik-baik saja

Indra: ehh gimana keadaan hanifa?
Reza: baik-baik aja
Indra: gue nanya serius ni...
Reza: terserah kalau tidak percaya

Indra pun merasa aneh dengan jawaban mereka. Maka dari itu ia menyelidiki ada apa sebenarnya. Ketika indra di rumah hanifa ia meninjau hanifa dari jauh dan melihat hanifa sedang di pukuli dan di marahi sama ibuna karena dia telah membawa guru dan temanya untuk menyelesaikan masalah yang harusnya di selesaikan keluarga.

Ibu: kamu ini bikin malu aja jadi anak
Hanifa: ampun bu, ampun. Sakit bu, sakit

Indra pun tak tahan dengan kelakuan ibunya hanifa terhadap hanifa. Ia segera masuk dalam memergoki ibunya hanifa yang sedang memukuli hanifa, indra mengancam ibunya hanifa karena telah melakukan penganiayaan kepada anaknya karena indra sudah mempunyai bukti foto yang ia ambil saat masuk tadi. Indra menarik hanifa pergi ke luar untuk menyelamatkan dirinya. Hanifa sedikit takut kalau ibunya mencari ia dan memarahinya lagi. Indra pun menjamin hanifa akan baik-baik saja. Sementara itu hanifa tinggal di rumah sahabatnya

Indra: tante cukup
Ibu: apa-apaan kamu masuk ke sini? Ga sopan masuk rumah orang tanpa izin
Indra: maaf tante kalau saya tidak sopan tapi saya hanya mau mengajak hanifa pergi dan saya sudah Mempunyai bukti yang kuat dengan foto yang tadi saya ambil karena penganiayaan tante terhadap hanifa(menarik hanifa)
hanifa: ndra tunggu kalau ibuku marah dan mencariku gimana?
Indra: kamu akan aman bersama ku, sementara kamu tinggal di rumah sahabat kamu fita

Mendengar hanifa kabur dari rumah, bapaknya pun merasa sangat bingung apa yang membuat hanifa kabur dari rumah. Akhirnya sahabatnya menemui bapak hanifa dan menceritakan perilaku ibunya terhadap hanifa

Reza menelpon bapak hanifa: assalamualaikum om, maaf ganggu bisa ketemu ga om, soalnya kami Mau membicarakan semua yang terjadi kepada hanifa
Bapak hanifa: oke kamu dimana?
Reza: di rumah fita om
Bapak hanifa: ok om akan segera ke sana
Bapak hanifa: apa yang terjadi sebenarnya?
Reza: (menjelaskan)
Bapak hanifa: (menyesal) kenapa kamu baru bilang ini ke om?
Reza: saya baru berani om karena keadaannya sangat mendesak

Tak lama hanifa pun datang bersama indra dan menagis di depan bapaknya. Karena penasaran apakah omongan sahabat hanifa benar atau tidak, hanifa pun menunjukan memar-memar di tubuhnya sebagai bukti kepada bapaknya.

Bapak: memang benar kamu di pukuli ibu nak?
Hanifa: ini bukti foto dan badan aku yang memar-memar pak
Bapak: kenapa kamu baru bilang ke bapak nif?
Hanifa: karena bapak sanagt sibuk dengan pekerjaan bapak
Bapak: yaudah kita pulang sekarang arena bapak sudah ga tahan dengan perilaku ibu kamu

Bapaknya pun sangat marah karena perilaku ibunya yang kurang pantas dengan anaknya. Ia langsung pulang ke rumah dengan membawa hanifa dan memarahi ibunya. Di saat bapak dan ibunya bertengkar, penyakit komlikasi hanif pun kumat sampai ia pingsan. Bapaknyaa sangat terkejut dan panik, ibunya pun juga sama. Akhirnya mereka membawa hanifa ke rumah sakit.

Bapak: ibuuuuuuuuuu
Ibu: ada apa sii pak teriak-teriak
Bapak: kamu memukuli hanifa?
Ibu: tidak ibu hanya memberi pelajaran padanya
Bapak: bukan caranya seperti ini memberi pelajaran pada anak!!!!
Ibu: bapak tau apa sii tentang hanifa? Selama ini bapak hanya sibuk bekerja tanpa memikirkan Keluarga
Bapak: jadi ibu sekarang menyalahkan bapak? Begitu maksudnya. Kamu aja yang tidak becus Mengurus anak
Ibu: kamu itu selalu......

Tiba-tiba hanifa pingsan, semua penyakitnya kumat

Bapak: ibu hanifa pingsan, cepat kita bawa ke rumah sakit
Ibu: ia cepat

Sesampainya di rumah sakit Perasaan bersalah yang begitu besar dari seorang bapak dan ibu membuat mereka tak henti-henti mencemaskan hanifa. Bapaknya menelfon sahabat hanifa untuk datang.

Reza: bagaimana om keadaan hanifa?
Fita: ia om bagaimana keadaan hanifa?
Bapak: hanifa belum sadarkan diri sudah 3 hari ini
Fita: hanifa bangun hanifa, bangun(menangis)

Selama 3 hari hanifa belum sadarkan diri, sewaktu ia sadar beberapa menit ia hanya mengucapkan kata maaf kepada orang tuanya karena hanifa selalu menyusahkan orang tuanya.

Hanifa: ibu, ayah maafin hanifa karena hanifa udah menyusahkan kalian
Ibu: hanifa maafin ibu nak, maafin ibu telah memukuli kamu dalam keadaan kamu yang sedang sakit
Bapak: hanifa maafin ayah nak, karena ayah terlalu sibuk dengan pekerjaan ayah sehingga lupa sama Kamu, maafin ayah nak, ayah memang terlalu egois dan ayah menyesal, bangun nak Dan ia pun dinyatakan dalam kondisi koma oleh dokter.

Komentar

Postingan Populer