150 Paket Soal Ujian Nasional? Benar atau Sekedar HOAX?

Sesuai dengan judul yang aku posting ini, mungkin beberapa dari kalian belum menyadari bahwa untuk Ujian Nasional tahun pelajaran 2011/2012 dan seterusnya mulai meningkatkan standard kelulusan dengan menambahkan sistem dalam pelaksanaan ujian nasional. Dalam tahun ini (2012 yang tepatnya pada tahun ajaran 2011/2012), pemerintah meningkatkan syarat kelulusan yang awalnya 5,5 menjadi 6,0. Tidak disangka kan jika kelulusan sekarang ini mulai meningkat menjadi 6,0? Memang kelihatannya ini sangat rumit sekali bagi murid-murid yang memiliki pengetahuan dasar rendah untuk mencapai nilai seperti itu. Padahal, 5,5 dianggap nilai untuk murid-murid untuk memiliki kemampuan rata-rata. Nah, untuk nilai 6,0 merupakan nilai untuk murid yang memiliki kemampuan yang ahli dalam kemampuan dasar. Tapi kau tau? Indonesia sebenarnya merupakan negara yang pintar sehingga pemerintah mau meningkatkan mutu pendidikan di negara ini. Namun sebagian dari kita ada orang yang memiliki pengetahuan yang rendah jika ditinjau dari beberapa faktor dan aspek tertentu. Aku tidak menjelaskan disini namun pada dasarnya pasti kalian akan tahu mengapa sebagian dari kita memiliki pengetahuan yang sangat minim.




Selain itu, sistem pelaksaan ujian nasional tahun kemarin memiliki peraturan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun pada sekitar 6 tahun yang lalu, Ujian Nasional mengadakan 2 paket soal yang berbeda. Yaitum A dan B. Soal-soal yang tertera pada naskah soal sebenarnya sama namun yang membedakan adalah soal-soal di urut secara acak. Jika di paket A soal mencari x ada di nomor 23, namun di paket B soal mencari x ada di nomor 35. Intinya sama, namun hanya soalnya saja yang di acak nomornya. Beberapa tahun kemudian, dibuat beberapa soal yang beragam dan varian namun beberapa nomor pada kedua paket itu ada beberapa soal yang sama walau posisi nomornya yang berbeda. Dan pada tahun kemarin, pemerintah membuat 5 paket soal dengan tujuan agar tidak ada siswa yang menyontek saat ulangan dan mencari kunci jawabanpun makin rumit karena pemilihan paket soal pada peserta ujian nasional dilakukan secara acak. Paket soal tersebut sebenarnya isinya hampir sama semua dan hampir tidak ada soal yang dibuat varian walaupun hanya nomor pada soal yang bersangkutan tersebut diacak.

Kau tau? Ada apa dengan tahun ini dan mengapa aku membuat postingan ini? Aku mendengar sebuah issue dari guru-guruku kalau tahun ini pemerintah akan membuat 150 paket soal Ujian Nasional! Wow... semua murid langsung kaget. Awalnya pada hari itu disekolahku, saat belajar pada jam kedua. Murid diwajibkan pulang ke rumah masing-masing karena guru-guru sedang mengadakan sebuah rapat. Aku tidak tau apa rapat yang mereka lakukan hingga guru-guru ingin agar semua murid tidak ada disekolahku itu untuk sementara waktu. Keesokan harinya, saat aku dan teman-temanku belajar dikelas, guru bidang studi tertentu (khususnya guru bidang studi yang mengajar untuk di-UN-kan) mengatakan bahwa pemerintah dari dinas pendidikan indonesia mengatakan bahwa sistem pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini sangat berbeda jauh dan sangatlah rumit dan ketat. Yaitu, jika tahun kemarin ada 5 paket soal UN, maka tahun ini ada 150 paket UN dengan soal yang divariasikan. Murid kelas 12 disekolahku pun terkejut mendengar hal ini. Rasanya pemerintah sudah gila mencanangkan peraturan UN seperti ini, Ujian Nasional dengan 150 paket soal yang beragam. Hal itu diungkapkan oleh teman-teman disekolahku. Belum lagi, semua murid disekolahku yang awalnya sudah siap dan semangat menghadapi UN melainkan mereka sudah patah semangat dan depresi ketika mendengarkan kabar itu. Teman-temanku mulai terbebani mengenai hal ini. Biasanya, mereka mengandalkan orang lain untuk mencari kunci jawaban. Namun mereka harus bekerja secara ekstra dan mandiri tanpa bantuan siapa pun.

Yeah.. memang rasanya hal itu sudah gila. Bahkan sudah diluar dari batas kewajaran. Beberapa hari kemudian, teman-temanku sedang memikirkan mengenai omongan yang dikatakan oleh guru-guruku mengenai 150 paket soal itu. Aku pun ikut memikirkan mengenai hal itu. Coba kamu pikirkan, 150 paket soal UN dengan beragam soal yang variansi. 1 paket soal saja sudah ada sekitar 40 hingga 50 soal. 2 paket soal sekitar 80 hingga 100 soal. Dan 5 paket soal saja sekitar 200 hingga 250 soal. Lalu bagaimana dengan 150 paket soal? Ternyata terdapat 6000 hingga 7500 soal. Memang sangat banyak dan gila jika dalam 150 paket soal itu dibuat keberagaman dan variasi soal yang berbeda-beda tanpa ada kesamaan satupun. Kalau menurutku, sepertinya pihak dinas pendidikan mulai bekerja ekstra keras untuk membuat beragam soal yang variasi. Ditambah dengan mesin penilaian komputer yang harus ditambah dan disetting ulang. Kalau aku pikirkan lagi, ketika pemeriksaan pastinya dibutuhkan waktu yang lama berhubungan dengan beragam jawaban yang beda dengan paket soal yang beda. Bahkan saja mesin penilaian komputer hanya sanggup memeriksa kurang lebih sekitar 9 paket yang berbeda. Kalau mau dibuat banyak, tentu saja hal itu membutuhkan waktu yang lama dan banyak. Belum lagi jika mesin itu rusak total semua, pihak dinas harus meriksa secara manual dan sangatlah repot untuk melakukan pemeriksaan secara berkala dari seluruh penjuru indonesia.

Mengenai soal yang dibuat beragam dan variasi, mungkin gak sih sebenarnya dibuat soal yang semuanya sangat berbeda jauh dari standard yang ada? Rasanya hal itu tidak mungkin. Hal itu dikarenakan karena bahwa setiap Ujian Nasional dari tahun ke tahun diberlakukan SKL (Standard Kompetensi Lulusan) yang sudah sesuai dan fix sesuai dengan kemampuan umum yang wajib diujikan. Coba kamu pikirkan, jika soal yang dibuat tersebut mengikuti kaidah yang ada pada SKL. Tentunya dalam membuat variasi soalpun juga sulit untuk dilakukan. Bahkan saja, dalam pelajaran seperti biologi dan sosiologi sangat sulit hingga tidak bisa dibuat variasi soal kecuali kalau nomor soal yang ada diacak. Dan mungkin, kalau memang dipaksa untuk dibuat variasi soal. Yang ada selain nomor soal yang diacak, pada pelajaran hitung-menghitung hanya diganti angka yang bervariasi pada setiap paket soalnya. Dan juga pada soal bahasa, pastinya beberapa kalimat dan artikel sebuah paragraf dibuat beragam variasi namun mengikuti sesuai dengan konteks kaidah yang ada pada SKL. Tapi rasanya, untuk membuat soal bahasa maupun angka ini dalam membuat variasi soal ini aku yakin bahwa orang yang membuat soal itu akan cepat lelah dan gempor alias tak berdaya lagi. Ya kan? Belum lagi biologi dan sosiologi, bagaimana mereka bisa membuat variansi soal tersebut jika mengikuti kaidah yang ada pada SKL? Tentu gak mungkin kecuali nomor urut yang diacak. Soal memang UN harus mengikuti pada SKL yang telah diberlakukan pada tahun itu dan tidak boleh keluar dalam topik yang akan di SKLkan. Jadi... bagiku rasanya tidak mungkin jika soal itu dibuat variasi.

Okay.. sekarang kita beralih ke nomor urut soal yang diacak. Dalam setiap naskah soal pasti terdapat sekitar 40 hingga 50 paket soal. Berapakah ragam soal yang dibuat jika soal tersebut dibuat secara variasi? Tentu rasanya memang cukup banyak. Sekitar 6000 hingga 7500 soal. Namun berapakah peluang agar mendapatkan soal yang sama dengan ragam soal yang bervariasi? Coba deh kamu pikirkan, satu kelas mungkin terdapat sekitar 10 hingga 20 peserta tapi paket soal saja ada 150. Mungkin dalam satu ruangan itu rasanya tidak mungkin untuk mendapatkan soal yang sama. Adapun peluangnya sangat kecil sekali. Namun jika dihitung berdasarkan mendapatkan soal yang sama dalam satu kelas. Sepertinya mungkin jika siswa yang mengikuti Ujian Nasional lebih dari 150 siswa dalam satu jurusan yang sama. Memang rasanya itu mungkin tapi bagaimana kita bisa mencontek jika kita berada di kelas A tapi soal yang sama berada di kelas E? Dengan komunikasi tertutup cukup mungkin untuk dilakukan walaupun rasanya hal itu bisa menjadi mustahil tergantung bagaimana yang mengawasi pada Ujian Nasional pada sekolah itu.

Kita coba tengok paket soal pada tahun-tahun sebelumnya. Jika kalian lihat pada cover depan naskah soal ujian nasional, kamu akan melihat kode naskah soal pada paket-paket tertentu. Ada paket 12, 43, 25, 14, 17, 33, dan lain-lainnya. Setiap mata pelajaran pastinya memiliki kode naskah soal yang berbeda-beda. Biasanya kode naskah soal tiap pelajaran dipasang secara tersusun. Seperti contoh:

Mata Pelajaran: Kode Paket A, Kode Paket B
Bahasa Indonesia: 11, 32
Bahasa Inggris: 12, 33
Matematika: 13, 34
Fisika: 14, 35
Kimia: 15, 36
Biologi: 16, 37

Sehingga bisa terlihat bahwa setiap mata pelajaran memiliki kode paket soal tertentu pada setiap paketnya. Tahun kemarin, yang aku lihat bahwa kode paket soal pada setiap mata pelajarannya itu dipasang secara tersesun seperti yang aku berikan pada contoh tersebut. Pada paket pertama, kode soalnya antara lain sekitar 04-08; paket kedua kode soalnya sekitar 13-17; paket ketiga 22-26; paket empat 35-39; dan paket kelima 41-44. Itu merupakan kode paket soal yang aku lihat. Sebenarnya, dalam pelajaran yang ada di SMA, terdapat sekitar 16 mata pelajaran yang akan di ujikan di dalam Ujian Nasional. Antara lain:

1. Bahasa Indonesia
2. Bahasa Inggris
3. Matematika
4. Fisika
5. Kimia
6. Biologi
7. Ekonomi
8. Geografi
9. Sosiologi,
10. Sastra Indonesia
11. Antropologi (Sejarah Budaya)
12. Bahasa Arab
13. Bahasa Jepang
14. Bahasa Jerman
15. Bahasa Perancis
16. Bahasa Mandarin

Kalau dibentuk dalam kode naskah soal UN, pada 2 tahun yang lalu dari mata pelajaran bahasa indonesia hingga bahasa mandarin (sesuai dengan list yang aku berikan), terdapat 32 kode paket soal yang sudah disesuaikan berdasarkan mata pelajaran. Itupun sudah termasuk paket A dan paket B. Sehingga paket A terdapat 16 kode paket soal yang sudah disesuaikan berdasarkan mata pelajaran dan juga pada paket B terdapat 16 kode paket soal yang sudah disesuaikan berdasarkan mata pelajarannya. Sehingga bisa dikatakan seperti contoh pada paket A kalau bahasa indonesia berkode 11, bahasa inggris berkode 12 hingga pada bahasa mandarin berkode 26. Begitupun dengan paket B kalau bahasa indonesia berkode 32, bahasa inggris berkode 33, hingga pada bahasa mandarin berkode 48. Dapat disimpulkan bahwa setiap mata pelajaran mempunyai kode paket yang sudah ditentukan secara tersusun dan juga langkahannya untuk kode naskah soal pada paket selanjutnya. Aku kurang tau bagaimana dengan MA, MAK, dan SMK. Tapi kurang lebih sepertinya sama seperti ini mengenai kode paket soal ini. Bagaimana dengan tahun kemarin pada mata pelajaran yang terdiri dari 5 paket soal itu? Terdapat sekitar 80 kode soal yang berbeda. 150 paket soal terdapat 750 kode soal! Wow... ternyata cukup banyak ya pembuatan kode naskah soal pada setiap paketnya. Aku yakin sepertinya kalau memang 150 paket soal ini terjadi, yang membuat soal pastinya sudah kualahan dan frustasi jika terdapat kesalahan dalam pembuatan kode soal itu.

Kita sudah tau beberapa perhitungan yang sudah aku sampaikan mengenai 150 paket soal dengan beberapa perhitungan lainnya. Rasanya hal itu tidak mungkin terjadi. Jika kamu lihat pada setiap mata pelajaran yang diujikan pada SMA pada salah satu jurusan, kamu  tau kalau setiap mata pelajaran yang di-UN-kan pastinya ada 6 mata pelajaran. Coba kita kalkulasikan, kalau kamu bagi 6 (mata pelajaran yang di-UN-kan pada salah satu mata pelajaran) dengan 150 paket soal. Tentunya kamu akan mendapatkan hasil 25. Kemudian hasil tersebut dibagi dengan kode soal pada setiap mata pelajarannya atau akar kuadratkan dengan jumlah digit kode soal ATAU jumlah rayon/dinas pendidikan daerah yang ada di Indonesia . Kamu akan mendapatkan hasilnya yaitu 5 (hasil aslinya 4 namun karena tersisa 1 maka mendapatkan 5). Sehingga bisa simpulkan bahwa tahun ini dalam pelaksanaan Ujian Nasional ini MASIH menggunakan 5 paket soal. Namun soal tersebut ada kemungkinan akan dibuat variasi sehingga ada kemungkinan tidak ada pengecekan untuk mencari soal dan jawaban yang sama.

Ingin tau bukti lainnya? Kata guru SMPku mengatakan bahwa tahun kemarin, UN SMP menggunakan 5 paket soal UN tetapi dia tidak mengetahui mengenai 150 paket soal UN ini. Ternyata dia memang tidak tau bahkan saja rapat sosialisasi di dinas sebelumnya mengatakan bahwa paket UN tahun ini masih 5 paket. Tidak lebih dan tidak kurang. Dia tidak percaya dengan hal itu karena pembuatan soal dengan 150 paket rasanya mustahil untuk dilakukan apalagi didasari dengan SKL yang berlaku. Belum lagi pengurutan nomor yang dibuat dengan 150 variasi. Begitupun dengan salah satu orang yang ahli dibidang matematika, fisika  dan kimia yang sebenarnya tidak mengajar di sekolahku, melainkan di internet yang bekerja di Jakarta (lupa nama organisasinya), mengatakan bahwa pembuatan soal itu memang tidak mungkin. Dalam pengurutan soal pastinya terdapat nomor urut yang sama. Itupun jika sama ada sekitar 30 hingga 50 paket soal. Dan kata orang tua temanku yang bekerja sebagai guru mengatakan bahwa dia tidak pernah mendapatkan info itu sebelumnya, apalagi saat dia bertanya kepada teman yang bekerja pada dinas pendidikan bahwa paket soal dalam ujian nasional sebenarnya hanya 5 paket saja dalam setiap mata pelajaran. Sehingga dia mengatakan bahwa kabar tersebut ternyata bohong belaka dimana para murid ditakut-takutkan hingga murid harus bisa belajar mandiri, tidak ketergantungan pada teman-temannya, dan mau berusaha sendiri. Dan juga hal tersebut dapat membuat murid menjadi depresi, stress, dan cepat down-nya. Dia sempat berkata bahwa yang dimaksud dengan 150 paket soal sebenarnya merupakan kode naskah soal UN saat ini sampai 150 kode naskah soal. Setiap pelajaran sudah diberi kode tertentu seperti UN tahun-tahun sebelumnya. Karena ada 5 paket soal, 6 mata pelajaran dan tambahan kode-kode soal tertentu yang berdasarkan pada rayon/wilayah yang ada di Indonesia sudah dipastikan bahwa untuk UN kali ini terdapat 150 kode soal, BUKAN 150 paket soal. DSMLMD BLOG

KESIMPULANNYA, tahun ini, khususnya kelas 12 tahun ajaran 2011/2012 dalam sistem pelaksanaan ujian nasional masih menggunakan 5 paket soal seperti tahun sebelumnya dengan kode soal sebanyak 150 (bukan jumlah digit pada kode soal) yang sudah ditentukan pada setiap mata pelajaran tertentu. Ya.. kau tau, awalnya setelah mendengarkan mengenai pemberlakuan mengenai 150 paket soal ini, semua murid dan siswa pasti sudah tidak ada semangat lagi bahkan saja semangat mereka harus dipaksa yang akibatnya dapat menimbulkan stress dan depresi pada mereka. Inikah yang namanya penolong buat mensukseskan anak bangsa untuk lulus Ujian Nasional? Rasanya hal itu tidak! Ternyata info yang diberikan oleh sekolahku ternyata bohong alias HOAX a.k.a dibuat dengan sendirinya dengan tujuan agar siswa tidak ketergantungan dengan teman dan kunci jawaban yang beredar dan siswa mau berusaha sendiri, belajar, tanpa bantuan orang lain. Walaupun begitu, setelah mengetahui bahwa berita ini sebenarnya fiktif belaka yang hanya menakut-nakuti siswa saja. Maka teman-temanku (termasuk aku sendiri), mulai melaksanakan belajar seperti biasanya walaupun dengan janji bahwa usaha kita menentukan masa depan kita. Baik dengan cara curang maupun tidak. Setidaknya ada waktu agar teman-temanku belajar dan ada persiapan untuk bekal menghadapi UN dan mengetahui jawaban yang benar atau salah ketika mereka dapat jawaban yang benar.

EDIT --> Video pembuktiannya (Video yang diposting pada tanggal 26 Januari 2012 mengenai sistem pelaksanaan UN)





Case Closed!

Komentar

Postingan Populer